Minggu, 21 Maret 2010

Pesta 3 Hari Non Stop
Istana Full Nudist


Cerita dimulai, ketika kebanyakan masyarakat Jakarta memilih berlibur ke Bali maupun ke negara-negara tetangga, lain lagi yang dilakukan oleh pemuda yang baru saja dipromosikan menjadi manager umum sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor ini. Kali ini ia dan seorang pimpinannya sepakat melakukan petualangan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
"Kamu siap-siap saja pergi liburan selama kurang lebih 3 hari," kata Nicko menirukan omongan atasannya, CEO yang terbilang cukup dekat dengannya. Sebut saja Rudy. Hal itu dikatakan Rudy seminggu sebelum hari H itu. Oleh karena itu Nicko segera membatalkan janji dengan semua kerabatnya yang telah dirancang jauh hari sebelumnya. Ini lantaran bosnya memberi 'intro' cerita tentang tempat yang mau dikunjungi, sungguh menarik.

"Meski ia hanya mengatakan ingin mengajak ke sebuah tempat yang menurutnya bak istana dalam film Caligula, tapi saya bisa menangkap seperti apa tempat itu," ungkap Nicko diantara lengkingan vokal seorang musisi pria yang tengah melantunkan 'She's Gone'nya kelompok 'Steel Heart'.
Rudy bercerita, di tempat tersebut pengunjung dapat melakukan seks dengan semua escort yang memang disediakan di sana. Rudy telah beberapa kali pergi ke tempat tersebut. Dan kali ini ingin menularkan petualangan kenikmatannya pada sang anak buah yang baru dipromosikan.

"Kamu akan merasakan sesuatu yang luar biasa," seru Rudy.
Nicko dan Rudy memang sohib yang suka bepergian ke tempat-tempat arena penyaji hiburan kenikmatan sesaat. Namun baru kali inilah kejutan yang diberikan atasannya mengumbar hasrat intim yang dilakukan di tengah kaum nudis.

"Rudy juga berpesan tidak perlu membawa HP ketika pergi ke tempat itu," kata Nicko bercerita pada Fredy. Semua peralatan komunikasi harus ditinggalkan ketika akan berangkat ke menuju lokasi. Kalau pun masih terbawa maka akan diminta untuk menitipkan kepada para petugas yang menjemput, dan harus dimatikan. Oleh karena itu akhirnya Nicko tidak membawa komunikator 9210 telepon seluler kesayangannya yang selama ini telah setia menemaninya ke mana pun. Kalau sampai ketahuan atau kepergok membawa hp di dalam lokasi akan berakibat fatal. "Uang pembayaran dianggap batal.
Di hari H, Nicko dan Rudy bosnya bertemu di sebuah cafe di kawasan Senayan, sore menjelang malam hari. "Kami sempat ngopi sambil cuci mata', ungkapnya. Baru menjelang pukul 8 malam keduanya pergi ke restoran yang terletak di sebuah hotel di kawasan Jakarta Utara dengan menaiki sebuah taxi.
Sesampainya di restoran mereka menuju ke sebuah barisan bangku yang telah di reserved. Di bangku itu telah duduk 4 orang lain. "Selamat malam Bapak Rudy," sapa seorang lelaki diantara mereka.
Ternyata mereka mewakili penyelenggara. "Maaf Pak, kita harus menunggu jemputan terlebih dahulu," terang seorang pria muda bermata sipit yang mewakili penyelenggara.
Istana ini saat ini sedang lumayan padat pengunjung, sehingga shuttle car yang bertugas membawa tamu harus bolak-balik berulangkali. Bagi Rudy ini yang ke lima kalinya datang.
Selama kurang lebih 1 jam Nicko dan Rudy duduk-duduk sambil menikmati hidangan buffet yang telah dipesan. Sampai suatu saat ketika seorang berambut cepak menghampiri deretan meja yang diduduki oleh enam orang ini. Ia langsung menghampiri salah satu penyelenggara sambil berbisik-bisik. Tak lama kemudian wakil dari penyelenggara ini pun mengajak Nicko, Rudy dan dua orang lainnya untuk beranjak dari kursi menuju ke shuttle car.
"Kami menuju ke parkiran dan menuju ke sebuah mobil mini van," terang Nicko. Kabin dalam mobil itu telah dimodifikasi sedemikian rupa dan telah diberi kain gorden sehingga jalan raya yang dilalui tidak dapat terlihat dengan jelas. "Bapak-bapak sekarang kita menuju ke lokasi istana," kata salah seorang penyelenggara dengan sopan ketika mobil hendak start.
Di mobil suasana sunyi. Masing-masing asyik dengan dirinya sendiri membayangkan apa yang akan dilakukan nanti. Musik di mobil berirama disko terdengar dari perangkat sound system menemani 4 orang calon pengunjung yang buta dengan arah yang hendak dituju.
"Tak ada kemacetan saat itu," kata Nicko. Perjalanan buta yang ia rasakan itu memakan waktu kurang lebih selama setengah jam. "Lalu telah sampai setelah mobil berhenti di sebuah tempat," kata Nicko lagi.
Ketika pintu pagar terdengar dibuka, shuttle car ini bergerak lagi menuju ke ruangan garasi lalu berhenti sama sekali.
Setelah turun dari mobil mereka berempat digiring menuju ke sebuah ruangan resepsionis untuk mendaftar ulang para peserta. Di meja depan itu hanya ada dua orang wanita cantik separuh baya yang menerima mereka. Setelah berbincang sejenak dan menanyakan ulang data diri para peserta, mereka dipersilahkan menuju ke sebuah ruangan.
"Kita dipersilahkan ke sebuah ruangan locker untuk menaruh pakaian," ungkap Nicko. Semua pakaian yang dikenakan dilucuti sama sekali dari tubuh.
Persyaratan ikut pesta di istana ini memang harus bugil. Setelah tidak mengenakan baju sama sekali mereka dipersilahkan masuk ke ruangan-ruangan di rumah mewah ini.

Di dalam rumah yang bak istana ini cukup lengkap dengan berbagai fasilitas pendukungnya. Mulai dari bar, kolam renang di dalam ruangan hingga belasan kamar mewah menjadi sarana pelengkap. Khusus di dalam bar malam itu cukup ramai oleh pengunjung.
Ada sekitar 10 orang pengunjung yang sedang memadati tempat minum itu. Mereka terlihat sedang asyik menikmati minuman pesanan yang dibuat oleh seorang bartender yang juga berpenampilan nudis. Musik-musik berirama dinamis yang diputar di dalam ruangan berukuran 30 meter persegi cukup membuat mereka yang sedang berada di sana asyik bergoyang badan. Sekilas desain ruangan bar ini tidak berbeda dengan tempat-tempat hiburan malam di lokasi lain. Yang membedakan adalah, para pengunjungnya yang full nudist.
Walau tampil bugil tapi asyik-asyik saja mereka berjoget ria. Pengaruh minuman beralkohol yang direguk memang cukup membuat mereka dapat tampil lepas tanpa sedikit pun terbebani oleh perasaan apa pun lantaran tak berpakaian sama sekali.
Para ladies escort yang juga tampil bugil siap menemani audience yang mulai mabuk. Beberapa diantaranya telah ada yang menemani para pengunjung. Sedangkan yang belum dipilih untuk menemani terlihat asyik di sudut meja bar. Ada juga yang asyik berpelukan dengan pria pemesannya, dan ada pula yang sedang berciuman. Beberapa malah ada juga yang mulai kehilangan kendali dengan melakukan aktivitas hubungan seks di sudut-sudut bar. Ada yang melakukannya sambil berdiri, namun ada juga yang menggunakan media meja bar.
Persis di sebelah bar terdapat hall karaoke yang dipergunakan oleh para peserta pesta nudis untuk menyanyi. Tempat ini sendiri sedikit lebih besar dari ruangan bar karena dapat menampung kurang lebih 30 peserta sekaligus.
Mereka asyik menyanyi bersama-sama mengikuti teks yang terlihat di screen besar. Siapa saja yang ingin memesan lagu tinggal mengisi teks yang diedarkan kepada para pengunjung,. Di ruangan ini ada counter bar yang menyediakan semua pesanan beverages yang diminta pengunjung karaoke. Ruangan bernyanyi ini seperti halnya ruangan-ruangan lain.
Pengunjung yang mengisi ruangan karaoke ini selain bernyanyi ada juga yang terlihat asyik melakukan aktivitas intim dengan para ladies escort. Mereka sudah cuek dan tidak peduli lagi dengan suasana sekitar. Tak ada yang kelihatan malu-malu atau risi.
Di kolam renang yang berada di lantai dasar ruangan, banyak pasangan yang kongkow-kongkow di tempat berukuran kurang lebih 200 meter persegi ini. Macam-macam aktifitasnya, yang jelas tak jauh dari hubungan intim unik.
Swimming pool -nya sendiri dirancang dengan dinaungi atap yang cukup tinggi sehingga bila matahari terik bersinar tidak akan menembus ke dalam. "Sebab ada juga pesta siang hari," jelas Nicko.
Dua puluh ladies escort yang standby di dekat counter bar, belum termasuk mereka yang telah terlebih dahulu diajak audience untuk menemani menyanyi sembari duduk di sofa coklat panjang. Di ruangan ini juga disediakan makanan ala buffet bagi para pengunjung yang lapar. Hidangannya akan diganti setiap empat jam sekali.
Juga ada belasan kamar yang dapat dipergunakan oleh audience yang ingin tidur ditemani para escort. Masing-masing kamar berukuran cukup luas dengan fasilitas tidak ubahnya kamar hotel berbintang dengan bathtub dan shower dingin maupun panas.
Di seluruh ruangan istana nudis ada sekitar 50 orang escort cantik yang siap menemani para pengunjung istana. Semua tamu bisa memakai siapa pun saja yang ada di di dalam ruangan itu. Umur mereka rata-rata masih muda, mulai dari yang berusia 18 tahun hingga yang paling tua berumur 27 tahun. Secara fisik para escort ini cukup menarik. Tubuh sintal dan menggoda selera, apalagi tampil polos. Rupanya soal kulit, mereka sangat diseleksi, harus mulus tanpa cacat terlihat.
Dengan membayar Rp. 5 juta semua keperluan tamu selama akan dipenuhi. Mulai dari makanan, minuman, hingga wanita. Hal ini dapat diperoleh selama tiga hari selama tamu masih kuat.
Bila tamu atau audience mampu bertahan lebih dari tiga hari maka akan dikenakan charge seperti diawal lagi, Rp. 5 juta lagi. Namun jika seseorang hanya bertahan selama satu atau dua hari saja, maka mereka tidak bisa meminta sisa dari pembayaran. Pokoknya uang Rp. 5 juta itu untuk pemakaian maksimal tiga hari.
Tapi jangan harap untuk dapat menemukan fasilitas televisi ataupun VCD player. Sebab semua pertunjukkan bugil telah tersaji secara live! SDS

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar